Apa yang Anda pikirkan tentang blog ini?

Sabtu, 25 Februari 2012

Karena Sabar itu tidak ada batasannya


Assalamualaikum, Wahai Wanita makhluk terindah ciptaan Allah SWT..
Sesungguhnya tiadalah berarti keilmuan yang tinggi tanpa kesabaran yang tinggi pula dalam mengarungi kehidupan ini.  Saya bukanlah seorang ustadzah atau wanita yang terlahir dalam lingkungan religi yang paling bagus.  Namun saya berusaha menuliskan pengalaman kejadian disekitar dengan menjadikan sebuah teks bacaan untuk khalayak ramai khususnya para perempuan.  Mungkin saja saat ini sedang bersedih atau kalaupun sedang berbahagia, semoga kisah yang dipaparkan bisa menjadi sebuah renungan bagaimana mempertahankan kebahagiaan dalam hati.

Mari kita simak pada tulisan pertama..

Sebuah Pertemuan
Jika ada seseorang perempuan di dunia ini yang bisa menjamin dirinya tidak akan pernah bertemu dengan laki-laki (begitu sebaliknya) adalah suatu hal yang sangat keliru.  Meski pernah sakit hati sebelumnya dan telah berjanji akan membenci laki-laki manapun, tetap saja cobaan itu kan terus datang.  Ntah, apa yang salah dari laki-laki tapi tidak dengan wanita satu ini.  Sebut saja dia Fha.  Wanita tamatan S1 Hukum itu pernah tak menyadari kalau ternyata dirinya telah ternodai.  Mungkin saat itu ia terlalu yakin akan komitmen yang pernah di sepakati bersama kekasihnya tanpa mengingkari pula adanya cinta yang sangat besar mendekap diantara mereka.  Hingga pada akhirnya lepas lah tameng perlindungan yang selama ini ia jaga ditangan lelaki yang sangat dicintainya itu. 
Lepas bukan berarti bahagia justru berganti bencana.  Bayangkan bagaimana perasaan Fha yang selama ini rela melepaskan kekasihnya itu belajar diluar negeri dalam kurun waktu yang dirasa cukup lama kini telah berubah.  Munculnya konflik dan ancaman akan dibeberkan semua kejelekan Fha selama berpacaran dan menyebarkan foto-foto tak pantas atas kekecewaan penghianatan cinta sebagai tuduhan untuk Fha.  Masyallah, 3 tahun cukuplah menyiksa batin dan pikirannya, kenapa harus ditambah lagi dengan cobaan ini?
“Akankah lelaki ini benar-benar menghargai kesetiaanku?” Fha membathin.  Serahkan semuanya pada Allah.  Begitu kata kakak dan seluruh keluarga menyuport Fha.  Cincin pertunangan masih erat melingkar dijari manis Fha dan digenggam erat olehnya.

Bicarakan Semuanya, Aku ikhlas..

“Pekerjaan yang didapat ini sesungguhnya memang karunia dari Allah SWT untuk Fha, mbak.  Tapi itupun tak luput dari bantuannya Mas Bayu juga..”. Fha mengutarakan kegundahannya kepada kakak sulungnya.  Sebelum ditinggal kekasihnya studi diluar negeri, memang Fha mendapatkan pekerjaan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil berkat bantuan dari Bayu (Nama kekasih Fha).
“Tapi kata-katanya itu sungguh keterlaluan, Fha!  Mbak gak nyangka segitu teganya dia ancam kamu! Apa gak bisa dibicarakan baik-baik dengan cara kekeluargaan??” Mendengar perkataan itu Fha bungkam.  Ia memahami watak kakaknya ketika marah, tapi ia pula memahami ini hanyalah sebuah kesalahpahaman.  Mas Bayu salah paham tentang hubungannya dengan Aa Hanif.  Sebagai mantan  pacar, Aa Hanif memang sangat baik dan masih menjaga hubungan baik dengan keluarga Fha meskipun hubungan itu telah lama berakhir.  Memang Aa Hanif terkadang masih sering menanyakan hati yang dimilik Fha terhadapnya, tapi tetap saja bayangan Mas Bayu melekat diingatan. 

“Gak, Aa.. Fha tetap mensyukuri kekasih yang telah Allah beri untuk Fha dengan menerima segala kekurangan dan kelebihan dari Mas Bayu.  Fha mencintai Mas Bayu.”

“Tapi bagaimana dengan fitnah yang telah ia tudingkan kepadamu?  Asal kamu tau, Aa siap menerima ade kembali jika memang dia tega melepaskanmu, de.”

“Tenang dulu Aa.. Doakan saja semoga ini cepat selesai dan tidak menjadi masalah yang pelik untuk Fha hadapi”.  Fha begitu tegar mempertahankan kesetiaannya.
Sebuah SMS ia layangkan ke nomor ponsel milik Bayu.

Assalamualaikum, Mas Bayu tercinta..
Sungguh malam-malam yang aku lalui tidaklah sempurna tanpa mengetahui bagaimana kabarmu disana.  Fha sangat mencintai Mas Bayu, berharap Mas jangan pernah tinggalin Fha.  Kalau ada masalah yang kurang berkenan, tolong bicarakan semuanya sama Fha ya, Mas.  Insyallah Fha ikhlas.. Cepat selesaikan Studinya, mas.  Fha disini tetap setia menunggu kedatangan Mas Bayu.  Peluk Cium kangen selalu untuk Mas.  Wassalam.



Jika Cerita itu Benar, Mungkin Hanyalah Sebuah Kekhilafan dan Fha Tetap Ikhlas Memaafkan Mas Bayu..

Sesungguhnya permasalahan ini telah lama disadari walaupun Mas Bayu menutup rapat, tidak pernah membahas persoalan itu kepada Fha.  Tak bisa pula ia menyalahkan wanita yang telah terlanjur hadir dihati kekasih yang sangat dicintainya.  Jika cerita itu benar, biarlah.  Berarti memang sudah menjadi kekhilafan Mas Bayu saat merasa jauh dari dirinya dan butuh tempat berbagi.  Bagaimana mungkin kuatnya seorang Fha bertahun-tahun mempertahankan keutuhan hubungan pertunangannya dengan Bayu, saban hari diacuhkan baik dari SMS, Telpon, Maupun Email. 
“Astaghfirullohaladzhim, Yaa Allah.. Cobaan apalagi ini? Kuatkan Fha , Yaa Allah.. Tunjukkan yang terbaik”.  Fha menitikkan air mata kesedihannya.  Sekali lagi ia pasrah terhadap keputusan Allah.  Berbulan-bulan Fha bersabar, Tahajud dan Istikharah mengharap Ilahi menjawab semua permohonannya.  Seperti mendapat sebuah pencerah, Fha akhirnya bisa mencoba menutup auratnya dengan memakai jilbab. 
Subhanallah, Sungguh wanita ini memang Cantik!

Waktu pun terus bergulir dan dijalani Fha dengan penuh keikhlasan.  Mungkin Kuasa Allah yang telah membukakan mata hati dan pikiran Mas Bayu yang ternyata selama ini masih memperhatikan perkembangan kehidupannya.  Berkat kesabaran dan keyakinan akan berubahnya sikap Mas Bayu kini telah membuahkan hasil.  Mas Bayu telah meminta maaf atas kesalahpahamannya dan bertekad akan menunaikan janjinya untuk menikahi gadis yang sejak dulu ia cintai, yaitu Fha.  Saat Mas Bayu pulang ke tanah air meski hanya untuk suatu penelitian studinya, waktu yang singkat itu tak dibuang percuma.  Lalu dilamarlah gadis yang bernama Raudhatul Fhauziah itu dalam pertalian suci untuk dijadikan sebagai isteri, pendamping hidupnya.

Subhanallah, begitu tegarnya wanita seperti Fha.  Lalu munculah pertanyaan seperti, apa kesalahan pertama itu selamanya menuai hukuman berkepanjangan seperti yang demikian terjadi?
Jawabannya adalah sepanjang kehidupanmu kesalahan itu akan terus ada dan semuanya dapat diatasi dengan keimananmu yang berbuah kesabaran penuh rasa ikhlas.  Setiap manusia pasti ada salah dan khilaf.  Namun yang perlu digaris bawahi adalah mensyukuri apa yang telah dimiliki dan menjaganya dengan sebaik-baik kehormatan adalah hal yang patut dijadikan perenungan.  
Tidak mudah bagi seorang wanita menyerahkan seluruh yang ia miliki tanpa ada komitmen pada mulanya.  Tapi sebaiknya pula jangan dijadikan sebuah panutan tentang hubungan pra nikah meskipun telah berkomitmen seperti adanya pertunangan.  Mendengarkan, melihat, dan merasakan itu memang perlu, akan tetapi patutlah kita dapat menjaga hati dan lisan kita bagaimana semestinya bertingkah yang menyenangkan bagi pasangan kita. 
Untuk mereka yang sudah terlanjur larut dalam kekhilafan.  Bertaubatlah.  Allah tak pernah menutup pintu maaf apabila bersungguh-sungguh kembali kejalan yang benar.  Sesungguhnya wanita itu mulia dan baik hatinya, sama dengan laki-laki yang penuh dengan kasih sayang.  Alangkah baiknya setiap kesalahan yang pernah terjadi diungkapkan dan dibicarakan baik-baik kepada pasangan kita.  Dikehidupan yang tidak sempurna ini cobalah dijalani dengan cara yang sempurna.  Karena kita tidak pernah mengetahui bagaimana kehidupan esok,  Sudahkah kita meminta maaf atas kekhilafan kecil maupun besar kepada pasangan kita?  Wallahualam.

-Erliza furi-
Karena Sabar itu tidak ada batasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar