Apa yang Anda pikirkan tentang blog ini?

Jumat, 04 November 2011

Ulasan kecil tentang regenerasi tari yang malang melintang

"Masa muda adalah masa yang penuh semangat untuk berbuat, masa muda sarat dengan daya imajinasi, daya kreasi dan usaha pantang menyerah. Akan tetapi dalam seni semangat saja belumlah cukup. Kemampuan tehnik, kepekaan rasa, pengetahuan, kecerdasan serta pengalaman ikut menentukan.
Hendaknya semangat muda itu di sadari dan di bina, karena semangat yang menggebu itu jikalau tidak disalurkan akan mudah putus dan susah untuk bangkit kembali, padahal para muda itu menjadi tumpuan masa depan yang bahasa slogannya adalah generasi penerus. Namun tak berarti juga semua yang diterima dari yang tua harus diteruskan atau sebaliknya semua yang lama harus diganti. Sebab dalam kehidupan selalu terdiri dari tiga generasi; yang sudah senja, yang sedang berkuasa dan yang akan menggantikan. Alangkah bijaknya jika nilai lama yang masih relevan diteruskan. Tapi sepantasnya pula generasi muda diberi kesempatan untuk menemukan jati diri dan mengukir prestasi sesuai dengan gelora jiwa masa kini."
Paparan dari paragraf diatas memang benar adanya.  Pernah ketika saya mengalami masa-masa seperti itu, ada beberapa keganjalan yang menekan kemajuan kegiatan berkesenian yang sedang saya dan teman-teman geluti.  Cukup menorehkan sedikit rasa kecewa dan menumbuhkan keraguan untuk kembali bersemangat menjalankan nya.  Ketika mengetahui jawatan terkait tak mendukung terobosan-terobosan yang kami lakukan, dengan menyebarkan isu-isu politik untuk menjatuhkan, maka yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah menguatkan rasa semangat teman-teman atas keputus asaan yang kian tercipta.

Tidak pernah menyangka bahwasanya seni yang kami tawarkan (dalam hal ini ialah seni tari) secara tidak langsung hanya dijadikan sebuah trik alih kuasa, alih kiblat, dan alih dana segar.  Mengapa dikatakan demikian?  Jawabnya sangat gampang, karena kami masih bodoh.  Dimana kesempatan berdikari itu bisa kami dapatkan? kalau pun di dapat, resiko terbesar adalah kami harus sadar dan siap dikatakan sebagai kelinci percobaan.

Menggaris bawahi kalimat diatas yang berbunyi, Sebab dalam kehidupan selalu terdiri dari tiga generasi; yang sudah senja, yang sedang berkuasa dan yang akan menggantikan. Alangkah bijaknya jika nilai lama yang masih relevan diteruskan.  Sejujurnya tak pernah sedikitpun saya memiliki niatan untuk merusak yang namanya tradisi warisan.  Hanya mencoba untuk menjadi lebih kreatif menanggapi masalah sosio-kultural lalu menuangkan nya ke dalam bentuk tari.  Esensi yang dipakai sebagai nafas pedoman bagi karya yang diciptakan tetap saja berasal dari tradisi.  Mungkin hanya bentuk pengemasan nya saja yang tidak biasa sehingga dipandang “beda” dan aneh dalam lingkup tempat kami hidup.  Dengan selalu tampil beda itulah tujuan kami sebenar nya agar ada kesempatan regenerasi tari baru hadir dalam lingkup kehidupan kami. Ironis nya, tidak mudah bagi mereka yang sudah senja, yang sedang berkuasa, menerima bahwa yang menggantikan kini telah ada.  Inilah sebuah PR yang harus kami kerjakan entah sampai kapan bisa terselesaikan.

Seorang seniman besar pernah berkata kepada saya ; “Ketika kesenian itu dirusak, positif nya adalah pengetahuan tentang tradisi asli suatu daerah akan semakin dicari dan terus digali oleh banyak orang. Jadi jangan pernah takut ‘merusak’, karena itu pun sudah pasti ada etika dan pertanggungjawaban nya.  Yakin bahwa semua kesabaran dan keuletan itu bisa menghasilkan karya yang luar biasa berbeda.”

Sangat menarik!

Masalah ini selalu menjadi kajian bagi saya sebagai seorang koreografer, pemerhati seni dan penulis selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini.  Saya memang tidak berbakat untuk banyak bicara, akan tetapi saya lebih sering berusaha memaparkan nya lewat tulisan-tulisan agar pembaca dapat menikmati sendiri bagaimana susah senang nya bergelut di layar seni pertunjukan terutama tari.  Membawa perubahan ke daerah tempat kita berasal memang gampang-gampang susah.  Semua butuh waktu.  Walau terasa kecil yang dilakukan, mungkin saja bisa jadi sangat besar pengaruh nya dikemudian hari.

Ada beberapa tulisan yang nanti nya akan hadir mengisi di pikiran-pikiran anda, semoga saja dapat menggelitik untuk meng_kritisi pemikiran saya.

Terima Kasih.
(Ica_Furry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar